Selasa, 08 Januari 2013

Perpustakaan Digital, dan prospeknya menuju Resource Sharing

By: UMMI RODLIYAH
dimuat dalam VISI PUSTAKA Perpustakaan Nasional Vol.14, No.1, April 2012
Abstrak
Perpustakaan digital mensyaratkan adanya kerjasama yang baik antara institusi yang memiliki koleksi untuk dipakai secara bersama-sama (resource sharing). sebagian besar perpustakaan kita menghadapi masalah yang dilematis antara pentingnya digitalisasi sebagai tuntutan dan kendala biaya yang tinggi.  Merupakan alternative solusi dari masalah tersebut adalah adanya kerjasama antar perpustakaan dan pemakaian sumber secara bersama / resource sharing yang dalam hal tertentu dapat menghemat dana namun juga dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber-sumber informasi. Dengan resource sharing diharapkan kualitas jasa perpustakaan semakin baik dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

PDF

Rabu, 24 Oktober 2012

Kamis, 04 Oktober 2012

SEMINAR INTERNASIONAL REINVENTING ACADEMIC LIBRARIES



Menata Ulang Manajemen Perpustakaan Dalam Rangka Mendukung Perguruan Tinggi Yang Berkeunggulan Global
Hotel Asia Solo, 2 Oktober 2012

Seminar Internasional ini diadakan oleh sebuah Forum Perpustakan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) Indonesia yang bekerjasama dengan PERPUN Malaysia, sebuah forum kerjasama perpustakaan yang dipelopori Perpustakaan Nasional Malaysia. Diikuti oleh pengelola dan kepala perpustakaan perguruan tinggi baik anggota maupun di luar FKP2TN, pustakawan, dosen dan mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi, serta pemerhati perpustakaan. Dihadiri pula oleh 10 (sepuluh) pengelola perpustakaan perguruan tinggi  Malaysia.

Seminar yang menghadirkan 4 (empat) nara sumber  dari Indonesia dan Malaysia ini membahas upaya-upaya dalam memperbaiki manajemen perpustakaan perguruan tinggi dalam rangka menghadapi persaingan bebas. Mulai dari Reorientasi dalam mendefinisikan visi dan misi perpustakaan dalam melaksanakan seluruh kegiatannya, Restrukturisasi organisasi dan pembinaan  sumberdaya manusia dalam peningkatan layanan, sampai pada pembahasan pentingnya sebuah aliansi bagi perpustakaan. Urgensi dari 3 (tiga) hal (Reorientasi, Restrukturisasi, dan Aliansi) ini dipaparkan oleh Drs. Koko Srimulyo, M.Si. yang merupakan ketua FKP2TN.

Dalam seminar tersebut juga dibahas pentingnya analisis tentang acaman dan peluang sebuah perpustakaan perguruan tinggi untuk mengembangkan layanannya. Secara umum, baik di Indonesia maupun di malaysia, menghadapi ancaman atau kendala yang sama yaitu masalah finansial atau anggaran dalam pengembangan. Dalam hal ini harus disikapi dengan memberdayakan peluang untuk mewirausahakan perpustakaan (enterpreneurial activities) guna mengatasi masalah finansial. Ancaman yang lain seperti pengembangan ICT (Information Communication  and Tecnology), kompetisi, profesionalisme, dan manajerial, juga harus mendapatkan perhatian khusus dari pengelola perpustakaan/kepala. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh A. Hanief Saha Ghafur dari Kemendikbud.

Senin, 24 September 2012

PERPUSTAKAAN DIGITAL, DAN PROSPEKNYA MENUJU RESOURCE SHARING



Perpustakaan digital mensyaratkan adanya kerjasama yang baik antara institusi yang memiliki koleksi untuk dipakai secara bersama-sama (resource sharing). sebagian besar perpustakaan kita menghadapi masalah yang dilematis antara pentingnya digitalisasi sebagai tuntutan dan kendala biaya yang tinggi.  Merupakan alternative solusi dari masalah tersebut adalah adanya kerjasama antar perpustakaan dan pemakaian sumber secara bersama/resource sharing yang dalam hal tertentu dapat menghemat dana namun juga dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber-sumber informasi. Dengan resource sharing diharapkan kualitas jasa perpustakaan semakin baik dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

Rabu, 23 November 2011

Kamis, 10 November 2011

TERBITAN BERSERI

PENGOLAHAN TERBITAN BERSERI DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

I. Pendahuluan

Perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar di sekolah memiliki peranan penting terhadap kesuksesan proses belajar mengajar. Peran penting ini harus disadari sepenuhnya oleh semua pihak terutama pengelola perpustakaan atau pustakawan. Pengelola perpustakaan sekolah dituntut memiliki inovasi, kreatifitas dan kepedulian terhadap tumbuh kembang dari perpustakaan. Pertumbuhan dan perkembangan sebuah perpustakaan tentu dapat dilihat dari tingkat pemanfaatan koleksinya oleh anggota. Pemanfaatan ini tentu sangat tergantung dari kesesuaian dan keragaman koleksi yang tersedia.

Salah satu koleksi perpustakaan, yang juga harus dimiliki dan menjadi perhatian pengelola adalah jenis koleksi terbitan berseri atau terbitan berkala. Yaitu jenis koleksi yang memiliki karakteristik khusus, seperti tingkat kemutahiran yang tinggi dibanding dengan koleksi monograf, karna terbit secara berkesinambungan, mendorong penelitian baik yang sedang berjalan, sudah maupun yang akan dilaksanakan, memberi wawasan dan ide-ide baru dan lain sebagainya.

Peran penting dari koleksi terbitan berseri ini sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Perpustakaan nomor 43 tahun 2007 pasal 23 menyatakan bahwa penyelenggaraan perpustakaan sekolah harus memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. Sementara berdasarkan Standar Nasional perpustakaan SNI-7329:2009 tentang perpustakaan sekolah bahwa terkait dengan keberagaman koleksi terutama terbitan berlaka maka perpustakaan sekolah minimal harus melanggan satu judul majalah dan satu judul surat kabar yang sesuai dengan proses belajar mengajar.

Dengan tanggung jawab dan peran yang besar dari perpustakaan sekolah terhadap kesuksesan proses belajar mengajar, maka pengelola dituntut juga terus mengembangkan profesionalisme dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Makalah ini juga akan memberikan gambaran tentang bagaimana mengolah sumber-sumber informasi yang tergolong terbitan berseri. Pengolahan bahan pustaka terbitan berseri mulai dari pemesanan, penerimaan, sampai pada pelayanan terbiitan berseri. Diharapkan ini akan memberikan panduan kepada pengelola perpustakaan sekolah dalam melaksanakan tugasnya.


fulltex

Jumat, 01 April 2011

Seminar Dari AACR2 ke RDA

Seminar yang diadakan oleh Jurusan Ilmu Perpustakaan tertua di Indonesia DIPI FIB-UI (dulu lebih dikenal dengan JIP-UI) tidak hanya bermaksud memperkenalkan standart pengkatalogan baru, tetapi sekaligus menjadi ajang reuni dan temu kangen alumni DIPI FIB-UI dengan para dosen.


Info tentang seminar tersebut selengkapnya dapat dibaca di link berikut :
Seminar
Presentasi